Rokok Tidak HARAM

rokok memang sudah mendarah daging bagi orang indonesia, hampir setiap hari jika kita mengunakan ruang publik, maka asap rokok bukanlah hal yang langka ditemui, dibus, angkutan kota, taman, terminal, bahkan sampai ke sekolah.

sejak dulu memang rokok ini sudah menjadi pro dan kontra, ada kalangan yang menyatakan rokok ini hukumnya haram, namun ada juga yang memaknai hukumnya halal, selain itu ada yang berpedoman rokok itu makruh ( tidak apa2 jika diperbuat, dan berpahala jika dihindari )

pemda DKI juga pernah melakukan gebrakan dengan melarang orang untuk merokok di ruang publik, hal ini cukup membuat was-was bagi perokok dan juga pemilik ruang publik itu sendiri, karena pemilik memiliki kewajiban untuk menyediakan ruang khusus untuk merokok. namun sayangnya peraturan tersebut hanyalah tertulis dilembar peraturan, implementasinya hanyalah hangat2 ketika awal2 release peraturan tersebut.

sekarang terdapat wacana supaya MUI mengeluarkan fatwa bahwa rokok adalah haram. sekarang yang jadi permasalahan adalah, apakah benar sih rokok itu haram?

saya punya beberapa alasan mengapa rokok itu tidak HARAM

  1. karena rokok merupakan industri yang besar, ada beberapa pabrik besar disana, samporna, gudang garam, bentoel, dan berbagai macam pabrik kecil yang tersebar diberbagai daerah. tentu saja pabrik2 tersebut menyerap tenaga kerja yang sangat banyak, nanti dikwatirkan jika rokok dicap haram maka akan banyak buruh pabrik rokok yang diphk, walaupun sebenarnya kedapan perusahaan rokok akan menerapkan otomasi mesin sehingga akan mengurangi biaya buruh sangat signifikan
  2. saat ini banyak tokoh masyarakat yang telah kecanduan dengan rokok, mulai dari pemimpin pemerintahan dan juga kyai2, jadi jika mereka melakukan resistensi terhadap fatwa haram rokok MUI pasti akan panjang ceritanya
  3. silahkan dilanjutkan sendiri melalui forum komentar :p

19 thoughts on “Rokok Tidak HARAM

  1. identitaslain

    Pertanyaan yang bagus dari komentator sebelum saya. Definisi haram itu apa? Asumsi saya di sini haram dan halal itu menurut ajaran agama (Islam). Boleh-boleh saja kita berargumentasi tentang setuju/tidak setuju rokok tapi soal halal dan haram sebaiknya diserahkan saja kepada orang yang lebih paham agama, yaitu ulama. Tentu saja ulama yang benar dan terpercaya, bukan ulama bohong-bohongan yang (sayangnya) banyak ada di negara kita.

    Balas
  2. indrakharisma Penulis Tulisan

    🙂

    justru itu mengapa saya menulis artikel ini
    karena saya merasa rokok itu lebih banyak faktor yang merugikan dari pada kesenangannya, serta memberikan efek candu
    selain itu rokok itu selalu menggangu orang disekitarnya
    dan juga secara medis rokok sudah dibuktikan bahwa merusak kesehatan

    saya cukup gerah ketika saya berada di bus yang salah satu fasilitas publik, hampir selalu disana ada saja orang yang merokok,dan ia menjadi pabrik asap yang cukup mengangu, karena asapnya lebih banyak “mulek” di dalam bus, parahnya lagi ketika macet atau keadaan hujan( jendela ditutup utk menghindari air) semakin banyak orang yang merokok….😦

    saya sangat setuju dengan peraturan pemerintah yg membatasi kegiatan merokok, asal dengan tindak lanjut yang teratur

    saya sangat setuju dengan penentuan status rokok menjadi haram karena memang lebih banyak jeleknya daripada baiknya, selain itu penentuan status haram itu bisa menimbulkan peraturan pembatasan rokok

    saya sangat tidak setuju jika ada kekerasan pemaksaan kehendak terhadap kasus rokok ini, bagi yang pro rokok ataupun yang kontra rokok

    akhirnya artikel ini hanyalah sebuah sindiran terhadap pembuat kebijakan atas status rokok

    Balas
  3. identitaslain

    Oh, sindiran ya? Maaf saya nggak nangkep :”>

    Saya setuju dengan anda, bahwa untuk tahap awal kegiatan merokok harus dibatasi oleh pemerintah. Bukan hanya kegiatan merokok secara langsung, tapi juga kegiatan-kegiatan lain yang mempromosikan rokok harus dibatasi. Mungkin hal-hal berikut layak dijadikan pertimbangan:
    1. Pelarangan iklan rokok
    2. Pelarangan kegiatan membagi-bagikan rokok. Apalagi kepada anak-anak
    3. Pelarangan menjual rokok terhadap anak di bawah umur. Termasuk juga larangan kepada orangtua untuk menyuruh anak-anak membeli rokok

    Yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan peraturan-peraturan tersebut. Perubahan yang ekstrim hanya akan memberi resistansi terhadap upaya pemberantasan rokok. Lebih baik dilakukan secara perlahan tapi pasti.

    Balas
  4. sluman slumun slamet

    saya setuju dengan pengharaman rokok jika ekonomi bangsa ini sudah mampu berdiri tanpa dukungan rokok. pengharaman rokok harus merujuk pada proses pengharaman khamr dan penghapusan perbudakan.
    saya lebih mendukung penegakan peraturan daripada fatwa-fatwaan ituh…😀

    Balas
  5. Ping balik: Berpikir Merdeka

  6. seto

    merokok?gak haram ko…tapi Allah membenci orang yang merusak dirinya sendiri,dan hanya ridho Allah swt yang memasukan kita ke surga miliknya…nah kalo Allahnya aja dah benci,gimana kita mau masuk surga…!!!!?????

    Balas
  7. abang

    rokok dibicarakan dengan hukum agama ! berarti penting… kritis…..yang belum/tidak merokok jangan merokok ya … please ….!. pokok e… rokok merusak sak…sak…sak…, kasihan anak, cucu, bini dan orang yang ga ngerokok jadi kebawa rusak kesehatannya. Sy perokok. meyakini rokok merusak. perokok adalah pesakitan karena mengganggu. sy akui itu (jujur lho sy pesakitan he..he..he..) . tolong …… ! sebelum fatwa keluar beri tahu sy cara berhenti merokok. unsur psikologis utk berhenti merokok bgm?, unsur menghentikan efek candunya bgm?, apakah ada obat utk berhenti merokok?. puyeng dengan biaya ngerokok sehari sebungkus @ Rp 8.000 sebulan Rp 240.000 setahun Rp 2.680.000. biaya rokok sebulan sama dengan biaya listrik PLN dan 2 bulan. uangku di bakar jadi asap, asapnya meracuniku dan anak istriku. tolong…..bila anda punya metode , teknik cara menghentikan merokok beritahu sy. sy coba ikuti saran anda dan insya Allah sy akan sampaikan metode anda ke rekan-rekan sy yang perokok agar berhenti rokok. persetan dengan pabrik rokok dan industri hulu atau hilirnya, mereka meracuni hidupku keluargaku. aku dan keluargaku ingin sehat. roko ….racun….racunnnn…. engkau racun dunia ….. rokok tak secantik luna maya….!!! plesetan lagu changchuters.

    Balas
  8. dody hermanto

    Hampir semua majelis ulama setempat di negara-negara dengan mayoritas Muslim telah memfatwakan haramnya rokok, hanya Indonesia satu-satunya negara dengan umat Islam terbanyak yang majelis ulamanya belum mem-fatwakan haramnya rokok. Para ulama masa kini telah sepakat mengharamkan rokok berdasarkan makna yang terindikasi secara tidak langsung dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i’tibar (logika) yang benar. Metode Al Qur’an dan Hadits Mengharamkan Merokok

    Jika ada orang yang berkilah, “Sesungguhnya kami tidak menemukan nash (dalil), baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok.” Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah harus ditinjau dari dari dua jenis pendekatan :

    1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
    2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.

    Contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195) yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya. Atau sabda Rasulullah SAW : “Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” , yang menunjukkan bahwa merokok sebagai perbuatan boros adalah perbuatan sia-sia, sedang perbuatan boros adalah sahabat setan, dan setan itu adalah makhluk yang ingkar.

    Sedangkan untuk jenis kedua, adalah perbuatan yang secara jelas diharamkan seperti firman Allah (yang artinya), “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah: 3). Dan firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (/i(Al-Maidah: 90).

    Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.

    Pertimbangan Mengharamkan Rokok

    Atas dasar metode tersebut diatas, maka pertimbangan-pertimbangan yang mendasari diharamkannya rokok adalah :

    1. Merokok dapat membinasakan diri

    Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa kini setelah dalil i’tibar (logika) menyimpulkan berbagai bahaya merokok dan secara ilmiah dibuktikan bahwa setiap batang rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis racun berbahaya. Merokok terbukti menyebabkan perasaan cemas, keletihan jiwa, penyakit jantung, kerusakan paru-paru dan kanker serta berbagai penyakit lainnya. Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.
    Allah berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah: 195). Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
    Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
    Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya (dharar) terhadap badan dan harta.

    2. Merokok menyia-nyiakan harta

    Dalil dari as-Sunnah adalah hadits shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. “Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” . Kemudian di Al Qur’an Allah berfirman : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. al-Isro’ : 26). “Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan.” (al-Baqoroh :195).
    Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikan harta (uang) kita kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan sama saja membelanjakan uang untuk hal-hal yang mengandung kemudharatan.

    3. Merokok berarti menuruti hawa nafsu

    Sangat sulit menghentikan kebiasaan rokok, karena secara fisik tubuh merasa lapar dengan nikotin, karsinogen dan berbagai jenis perangsang (baca : racun) dalam rokok. Tidak ada perokok yang tidak tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, tapi mereka tetap melakukannya karena hawa nafsunya. Setan pun ikut andil membantu si perokok untuk tidak bisa jauh dari rokok. Bagi setan hawa nafsu adalah salah satu pintu untuk mempermudahnya masuk ke dalam jiwa seseorang. “Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad : 14). Setanpun membantu si perokok untuk mencari dalil-dalil yang memperbolehkannya merokok. “Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah :216)

    4. Merokok mengganggu orang lain

    Penilitian ilmiah juga membuktikan bahwa perokok pasif juga dapat terkena imbas racun rokok bahkan lebih parah. Sabda Nabi SAW : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu / menyakiti tetangganya.” Terutama “tetangga” yang paling dekat dengan dirinya yakni keluarganya. Kata beliau pula :“Barang siapa mengganggu seorang muslim maka sungguh ia telah menggangguku dan barang siapa mengganggu aku, maka sungguh ia telah mengganggu Allah SWT.”
    Imam Sahl berkata : “Dua hal yang dapat menghalangi seseorang untuk bisa sampai kepada Allah dan menyaksikan alam malakut : makanan yang buruk, dan menyakiti makhluq.” Keduanya ada pada rokok, ia ‘makanan’ yang buruk dan sekaligus menganggu kesehatan orang lain disekitarnya.

    5. Merokok menjauhkan perokok dari berbagai kesempatan dan perbuatan baik

    Ketika seseorang harus merokok maka ia harus malu dan menghindar dari orang-orang soleh yang mengharamkan rokok, ia juga tidak boleh berada di mesjid saat merokok, ia juga menghindarkan puasa-puasa sunat karena sulit untuk tidak merokok ketika sedang berpuasa. Bila seorang perokok sedang jenuh atau tidak ada kerjaan maka ia mengisinya dengan merokok, sedang orang soleh mengisinya dengan berdzikir atau membaca buku menambah ilmu. Bila si perokok menghadapi kesulitan hidup atau kegagalan iapun menumpahkan persoalan hidupnya ke sebatang rokok, ia tidak lagi mengingat dan bertawakal pada Allah Yang mengatur takdir dan rezekinya. Sikap demikian bahkan oleh sebagian ulama dikategorikan sebagai satu jenis syirik, karena ia sudah mulai ‘menyerahkan’ persoalan hidupnya pada sebatang rokok dan tidak lagi pada Sang Penguasa dunia dan akhirat.
    Seorang ulama lainnya mengatakan alangkah tak pantasnya seorang perokok memasuki mesjid, bahkan sekalipun ia sedang tidak merokok. Pakaian beraroma rokok, padahal ia gunakan pakaian itu untuk menghadap Allah SWT saat shalat dan hendak menuju masjid. Ia berharap dapat meraih ridho Allah, dengan sesuatu yang dibenci Allah ?

    Berhentilah Mencari-cari Alasan Untuk Tetap Boleh Merokok

    Para perokok selalu menghadapi dilema ketika hati kecilnya sudah sadar tapi hawa nafsunya tidak mampu ia kuasai untuk berhenti merokok. Ia cenderung berusaha menghindar ketika harus berdebat mengenai haram tidaknya merokok, atau ia mencoba mencari-cari dalil-dalil yang masih membolehkan merokok atau mencari kelemahan dibalik dalil atau i’tibar (akal sehat) bahaya merokok. Bahkan senjata terakhirnya ketika tersudut, ia mulai menggunakan dalil ekonomi bahwa bila rokok dilarang maka ada sekian ratus ribu tenaga kerja yang menganggur. Ia lupa bahwa Allah-lah yang mengatur rezeki setiap umat-Nya, dan bukan pabrik rokok.
    Sebagian perokok lainnya, berkilah bahwa Al-Qur’an melarang kita untuk mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah. Padahal ketika ayat ini turun untuk bukan ditujukan kepada suatu perbuatan mudharat yang tidak diharamkan, sedang merokok jelas mudharatnya.

    Sejarah Rokok

    Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat Islam. “Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup mereka.” (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul Lu’lu’iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari Inggris yang menyebar ke
    negeri-negeri Islam di abad akhir kejayaan Islam. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim bersepakat melarang merokok.
    Dimasa kejayaan Islam beberapa abad yang lalu, para dokter negeri muslim pernah mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah sebagian para ulama mengharamkan mengkonsumsi rokok, karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).

    Berhenti Merokok Sebagai Pertobatan

    Tiada kata terlambat untuk bertobat. “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.. dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruk itu sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imron :135)
    Semoga kita termasuk hamba Allah yang disebut didalam ayat-Nya :“..Sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-Ku, yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal. ” (az-Zumar : 17-18)

    Disarikan dari berbagai tulisan :
    – Kitab Fatwa-Fatwa Terkini, Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin
    – Haramkah Merokok, Ahmad Sarwat, Lc.
    – Rasa’ilut taubah minat tadkhin, Muhammad bin Ibrahim Al-Huraiqi
    – Menguak sejarah Rokok, Nafisah

    Balas
  9. seil

    selama ulamanya merokok, maka pikiran ulama nggak akan pernah obyektif berkaitan dengan masalah hukum merokok.
    Jadi, nunggu mereka-mereka mati dulu ah hahaha…. sompral pisan aing hahaha

    Balas
  10. RONNY

    jangan gegagabah mengharamkan rokok. banyak faktor yang harus dipikirkan.
    1. Pemerintah harus membuka usaha alternatif untuk menghapus semua industri rokok di indonesia.
    2. Semu uang atau penghasilan dari rokok harusnya menjadi haram termasuk pengusaha, pekerja, penjual, pembeli, pajak, cukai, semua program tv yang disponsori rokok harus haram. Dan otomatis uang untuk menyelenggarakan negara menjadi haram termasuk para pejabat, abri, polisi dll memakan dari uang yang haram.
    3. Tidak semua bahan baku dan kandungan rokok sangat sangat berbahaya seperti yang diberitakan. Bahan-bahan itu semua diambil secara keseluruhan dari bahan baku rokok sintetis/ kimia. Apapun yang berbahan kimia pasti berbahaya….itu dulu..Tapi sekarang sudah banyak perusahaan rokok yang menggunakan bahan baku alami seperti herbal dan rempah-rempah.
    4. Kalaupun rokok di haramkan maka semua makanan dan minuman yang dikonsumsi secara terus menerus dan berkala dan dapat mengganggu kesehatan harusnnya juga haram, termasuk minuman isotonik, minuman suplemen, fast food, KOPI (caffein), Softdrink, Penyedap makanan dan Snack (MSG).
    5. Tidak merokok adalah hal yang terbaik tetapi mengharamkan rokok bukan hal yang bijaksana.
    6 solusi : PEMERINTAH HARUS MEWAJIBKAN IJIN SERTIFIKASI BAHAN BAKU DAN KANDUNGAN ROKOK PADA SETIAP PRODUK DAN MERK ROKOK YANG ADA. KALO PERLU HARUS MENCANTUMKAN BAHAN-BAHAN PEMBUATAN ROKOK (KAYAK OBAT GITU). jADI PENGUSAHA ROKOK BERLOMBA-LOMBA AKAN MENGAHASILKAN ROKOK LOW EFFECT KALAUPUN MUNGKIN DENGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, MEREKA DAPAT MENJADIKAN ROKOK SEBAGAI OBAT DLL. SEMUA TERGANTUNG NIAT BAIK DAN CARA YANG BAIK………..BE WISE..

    Balas
  11. yocki

    BERANTAS DULU AJA YANG UDAH JELAS HARAM, PROSTITUSI, KORUPSI, MINUMAN KERAS. JANGAN SELALU MENGALIHKAN PERHATIAN PUBLIK. INI SEMUA CUMA KEPENTINGAN. MEMANG PEMERINTAH MAU MENUTUP PABRIK ROKOK? GAK MUNGKIN. PENDAPATAN NEGARA KITA SANGATLAH BESAR DARI ROKOK. SILAKAN SAJA. BETUL KATA RONNY. MSG DAN KAFEIN BISA JADI HARAM. MAEN GAME ONLINE JUGA BISA JADI HARAM. SOK PIKIRIN DULU..

    Balas
  12. daruttaqwa

    Tergantung dari kaca mata mana kita memandang, kalo unutk kesehatan maka hati anda boleh bicara haram, tapi kalo rujukan dari beberapa kitab kuning itu ada beberapa pendapat pilihannya A,B,C,D gitu aja kok repot, MUI kitab kuningnya banyak apa cuman dibuat pajangan? ya di baca dong,jangan di pake hiasan aja kitab kuning itu.
    saya jadi curiga apa MUI itu benar-benar kyai, kan yang punya julukan kyai itu rata-rata punya pondok pesantren kalo nggak punya pesantren berarti Bapak donk.

    Balas
  13. Hans Suta Widhya

    Ulama Harus Ikut Pikirkan Dampak Fatwa Rokok Haram

    Meski masih dalam tahap wacana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan akan mengeluarkan fatwa haram merokok bagi umat Islam. Isu ini dapat menjadi kontroversi baru karena bisa membuat punahnya sebuah ekosistem dan komunitas yang sudah mapan.

    Persoalannya, tentu adalah bagaimana mengatasi krisis yang terjadi pasca fatwa haram oleh MUI. Siapakah yang bertanggungjawab atas dampak negatif dari dikeluarkannya fatwa ini ? Apakah MUI juga sudah memikirkan dampak-dampaknya ?

    Padahal, jika fatwa rokok haram diluncurkan pasti dampak sosial ekonomisnya akan luar biasa besar. Rokok merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara, dan juga penyumbang berbagai kegiatan (sponsorship) bahkan dalam event resmi pemerintahan dan keagamaan.

    Bukan itu saja, berapa juta orang yag akan mendapat kesengsaraan akibat masalah ini. Pengusaha dan karyawan pabrik rokok, meskipun banyak barangkali masih bisa dihitung. Tetapi, berapa jumlah tetangga kita yang menjadi tukang rokok di sepanjang jalan, tentu jumlahnya akan menjadi sangat banyak.

    Dalam konteks ini, kita mengharapkan agar para ulama (jika mengeluarkan fatwa rokok haram) juga turut membantu memikirkan nasib dan masa depan jutaan komunitas manusia yang menggantungkan hidupnya kepada industri rokok. Terima kasih.

    Balas
  14. setan

    saya seorang perokok, perokok berat mungkin.
    saya sangat tidak setuju dengan fatwa haram rokok, amat sangat tidak setuju.
    tapi klo ulama sudah memutuskan mau gimana lagi.
    klo gak nurut ma pemimpinnya trus mo nurut sama sapa..

    Balas
  15. wiseman

    Zaman sekarang masih mau dibohongi pemerintah. Rokok adalah penyumbang masalah kesehatan terbesar. Rokok harus diberantas, dibasmi, dan dihilangkan dari muka bumi ini.

    Jika pabrik rokok tutup semua, pasti yang pertama ditanya adalah bagaimana nasib pekerja pabrik. Ya, apa gunanya presiden dan mentri. Itulah tugas para petinggi negara, mencari solusi dari permasalahan rakyatnya. Dari mana dananya ? uang negara kok dihamburkan untuk perjalanan dinas, membangun kantor mewah, salah sendiri.

    Setiap permasalahan pasti ada solusinya, semuanya tergantung bagaimana kita menanggapinya. Kayak bencana misalnya. Bencana sering dianggap ”ancaman”, padahal bencana adalah ”peringatan” dari Yang Maha Esa. Ingat pepatah berikut : ”bersyukurlah, maka Dia akan memberikan berkah yang tak terhingga, namun jika tidak bersyukur, jangan menyesal jika Dia akan hancurkan negri itu sehancur-hancurnya dan tiada putusnya”

    Maaf, bukan bermaksud menceramahi tapi hanya mengingatkan saja.🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s