meski Karsa unggul, tapi Ka-Ji diuntungkan

hasil pilkada gubernur jatim mungkin belum resmi diputuskan, namun dilihat dari hasil Quick-Count sudah dapat dipastikan pasangan Karsa dan Pasangan Ka-Ji maju ke putaran kedua, hal ini dikarenakan tidak adanya pasangan yang mendapat suara lebih dari 30%. sehingga sesuai dengan UU harus diadakan pemilu tahap 2.

hasil quickcount bisa dilihat di http://empimuslion.wordpress.com/2008/07/23/hasil-quick-count-pilkada-jatim/

1. KHOFIFAH INDAR PARAWANSA – MUDJIONO = 25,38 %
2. SUTJIPTO – RIDWAN HISJAM = 20,90 %
3. SOENARJO – ALI MASCHAN MOESA = 18,89 %
4. ACHMADY – SUHARTONO = 7,89 %
5. SOEKARWO – SAIFULLAH YUSUF = 26,95 %

sebenarnya ini merupakan kerugian besar bagi pasangan karsa, karena dengan adanya putaran kedua ini karsa menjadi musuh bagi semua. kenapa demikian

kira urut dari pasanga SR yang diusung PDI. sejarah mengungkapkan bahwa Sukarwo dulu telah ikut penjaringan calon gubernur lewat PDIP, namun walaupun menang di pemilihan internal PDIP, megawati lebih memilih sucipto untuk maju sebagai wakil dari PDIP, sehingga kecil kemungkinan PDIP akan mengalihkan dukungan ke pasangan Karsa.

kemudian pasangan Salam, sudah jadi rahasia publik bahwa soekarwo dan sunaryo adalah musuh bebuyutan (minimal) semenjak pencalonan keduanya menjadi calon gubernur, soekarwo yang merupakan sekertaris daerah dan soenaryo yang merupakan wakil gubernur cenderung saling mencitrakan (dan mungkin menjatuhkan) di tatanan pegawai propinsi.

kemudian pasangan yang diusung PKB, acshan mungkin yang bisa digaet oleh pasangan karsa, karena kofifah yang orang PKB, mau menaruhkan kursi di DPR lewat PKBnya demi maju menjadi calon gubernur. jadi kemungkinan PKB mendekat ke pasangan Ka-Ji lebih sedikit

sehingga dari prediksi tersebut, suara -suara mentahan pasangan SR, Salam akan lebih banyak ke Ka-Ji dan pasangan Achsan akan lebih ke Karsa.

jadi sekarang malah Ka-Ji yang diatas anggin

2 comments so far

  1. sluman slumun slamet on

    hmmm kita tunggu saja.
    tapi kalau mau dibandingkan tentang “kebersihan” dua pasangan ini, tentu Kaji relatif lebih “bersih”.
    masih ingat iklan pencitraan yang nebeng APBD

    ***ngumpet***

  2. putra pertiwi on

    melihat hasil pilgub jatim, ternyata prosentase golput lebih banyak, jadi sekarang rakyat sudah mulai tidak percaya dengan politik dan demokrasi yang berjalan di Indonesia. para elit politik sekarang bukannya memikirkan rakyat tapi malah menyengsarakan rakyat jadi jangan disalahkan kalau dalam pemilu rakyat lebih memilih golput, siapapun yang jadi pemimpin akan tetap sama hancur bangsa ini.


Leave a reply